BogorNewsCenter.com – Pemerintah Kabupaten Bogor melalui gugus tugas penanganan Covid-19 bidang stabilitas ekonomi gandeng Perhimpunan Peternak Unggas Nasional (PPUN) dan sejumlah perusahaan sektor perunggasan melalui rapat koordinasi di ruang rapat Bupati Bogor, Kamis 30 April 2020.

Hal itu dilakukan guna menjaga stabilitas harga dan penanganan kebutuhan pokok masyarakat salah satunya ayam potong di bulan ramadhan dan menjelang idul fitri 1441 Hijriah dalam masa penanganan Covid-19 di Kabupaten Bogor.

Asisten perekonomian dan pembangunan Kabupaten Bogor, Joko Pitoyo mengatakan, dengan adanya wabah Covid-19 gugus tugas bidang stabilitas ekonomi bertangung jawab menjaga pasokan pangan dan ketersediaan pangan terutama ketersediaan ayam potong di Kabupaten Bogor dengan harga yang terjangkau.

“Inilah pentingnya menggandeng para pelaku usaha disektor perunggasan. Sehingga kita bisa melihat dan memastikan sejauh mana ketersediaan ketahanan pangan terutama ayam potong di Kabupaten Bogor. Mengingat saat ini kita dalam kondisi menghadapi pandemi Covid-19, ramadhan dan menjelang idul fitri,” tuturnya.

Menurutnya, berdasarkan hasil koordinasi, bahwa ketersediaan ayam potong di Kabupaten Bogor akan aman hingga akhir tahun 2020 mendatang. Akan tetapi, ada beberapa hal yang perlu ditindak lanjuti dengan cepat beberapa rekomendasi akan ia sampaikan kepada Bupati Bogor Ade Yasin. Yakni, terjadinya disparitas harga yang cukup besar dari tingkat peternak sampai ke konsumen. Dipeternak Rp. 8000 – Rp. 10.000, sedangkan di konsumen harga mencapai Rp. 32.000 – Rp. 35.000, disparitas harga itu ternyata ada pengaruh dari beberapa aktor di tengah. Pemkab Bogor juga akan membuat surat kepada Dirjen peternakan kaitan dengan disparitas harga ini.
“Selain menjaga ketersediaan pangan kami juga berupaya menjaga kestabilan harga mulai dari tingkat peternak, pedagang hingga konsumen. Jangan sampai peternak dihulu tidak mendapat keuntungan di saat harga bagus di konsumen. Kita juga akan lakukan cara online melalui Toko Tani Indonesia Center, atau dengan Mitoha Online yang ada dipasar Tohaga. Saya yakin ke depan Pemkab Bogor melalui PD Pasarnya terus membuka storage pada beberapa pasar yang ada di 30 pasar di Kabupaten Bogor untuk menjaga kesetabilan harga ditingkat peternak.” kata Joko.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Bogor, Oetje Subagja menuturkan, saat ini terdapat 26,4 juta ekor ayam yang tersebar di 1300 Rumah Tangga Peternak di Kabupaten Bogor. Dengan total produksi ayam pedaging mencapai 173 juta kilogram per tahunnya.

“Kabupaten Bogor ini memiliki dua kelebihan. Pertama menjadi tiga besar di Jawa Barat daerah penghasil ayam pedaging yang mencapai 13 juta ekor. Kedua memiliki organisasi profesi nasional perunggasan. Kami optimis selain bisa menjaga ketersediaan pangan ayam potong di Kabupaten Bogor. Juga diharapkan mampu menjaga kestabilan harga untuk meminimalisir terjadinya anjlokan harga,” ungkapnya.

Sementara itu, Dirut PD Pasar Tohaga, Haris Setiawan menambahkan, saat ini ada 412 pedagang ayam di luar Pedagang Kaki Lima, di sekitar pasar maupun diluar pasar yang dikelola. Saat ini ada penurunan harga dari Rp. 35.000 per kilogram menjadi Rp. 32.000 perkilogram. Kehadiran pemerintah ditengah para pelaku usaha sektor peternak menjadi ujung tombak guna meminimalisir terjadinya anjolakan harga serta maupun penurunan ketersediaan pangan.

“Dari kesuksesan gerakan membeli beras carita makmur bagi 17.000 ASN di Kabupaten Bogor, yang mampu meningkatkan kesejahteraan para pelaku pertanian di Kabupaten Bogor. Kita bisa mereflika gerakan komoditas lain dalam hal ini komoditas ayam potong, misalnya gerakan ASN membeli ayam satu kilogram dalam satu minggu. Tentunya harus melalui mekanisme dan aturan yang sesuai, ” imbuhnya.

Penulis : Dewi Julianur

Editor : Awan Dj

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here