BogorNewsCenter.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor, latih ratusan tenaga kesehatan Puskemas profesional Se-Kabupaten Bogor terapkan pengelolaan Stok Opname Obat Berbasis Online. Pelatihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan Sumber Daya pengelola Obat dalam menerapkan aplikasi pengelolaan obat berbasis online. Pelatihan berlangsung di Olympic Renotel Hotel Sentul. Jumat, 29 November 2019.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Mike Kaltarina mengatakan, kesehatan adalah hak asasi setiap manusia dan setiap orang berhak mendapatkan pelayanan yang optimal sesuai kebutuhan. Salah satunya pelayanan pemberian obat yang maksimal, mengingat pentingnya pemberian obat. Sebagai upaya mempertahankan kesehatan untuk mencegah berbagai penyakit. Maka dari itu ketersediaan obat harus terjamin terutama obat esensial di seluruh pelayanan kesehatan mulai dari Puskesmas Pembantu, Puskemas, dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Kabupaten Bogor.

“Sebagai upaya peningkatan ketepatan dan kebenaran data obat di Puskesmas, melalui pengelolaan obat berbasis online atau sistem informasi obat dan perbekalan kesehatan berbasis online. Diharapkan mampu meningkatkan dalam menjamin ketersediaan obat bagi seluruh masyarakat Kabupaten Bogor. Serta mampu meningkatkan pengelolaan obat publik dapat berjalan dengan baik,” paparnya.

Sementara itu, Kabid SDK Dinkes Kabupaten Bogor, Rahmi menuturkan, perencanaan kebutuhan obat dan perhitungan sisa stok obat merupakan faktor yang sangat menentukan dalam menjaga ketersediaan obat. Perencanaan obat adalah suatu proses kegiatan seleksi obat dan perbekalan kesehatan, untuk menentukan jumlah obat dalam rangka pemenuhan kebutuhan puskesmas.

“Data mutasi obat termasuk sisa stok obat yang dihasilkan oleh puskesmas merupakan salah satu faktor utama dalam mempertimbangkan perencanaan kebutuhan obat tahunan puskesmas. Dengan aplikasi pengelolaan obat berbasis online ini, diharapkan bisa menjamin ketepatan dan kebenaran data di puskesmas akan berpengaruh terhadap ketersediaan obat dan perbekalan kesehatan secara keseluruhan,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Kasi farmasi Dinkes Kabupaten Bogor, Runi R Pulungan menambahkan, untuk itu dibutuhkan kesiapan SDM kesehatan pengelolaan obat di seluruh Puskesmas Se-Kabupaten Bogor. Melalui pelatihan aplikasi pengelola obat berbasis online. Tentunya bisa optimal dalam melakukan sisa stok obat melalui data yang terintegrasi.

“Kami berharap ini bisa diterapkan dengan optimal, selain untuk meningkatkan pelayanan kesehatan dan ketersediaan obat. Juga mampu mendorong terwujudnya Karsa Bogor sehat di Kabupaten Bogor,” tukasnya.

Penulis : Dewi Julianur

Editor : Awan Dj

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here