BogorNewsCenter.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Bagian Per Undang-Undangan (PerUU) Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor, lakukan sosialisasi Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 92 Tahun 2018 tentang petunjuk teknis ketentuan umum peraturan zonasi pemanfaatan ruang di Kabupaten Bogor, Kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Camat Se-Kabupaten Bogor, di ruang rapat ciliwung Bappedalitbang. Hal itu dilakukan untuk memberikan pedoman pengendalian pemanfaatan dan penataan ruang di Kabupaten Bogor. Kamis, 14 November 2019.

Kasubag Kajian Jaringan dan Dokumentasi Hukum Kabupaten Bogor, Abdul Karim mengatakan, dalam batang tubuh, ketentuan petunjuk teknis yang diatur mencakup beberapa hal. Yaitu, salah satunya ruang lingkup petunjuk teknis ini mencakup KUPZ Kawasan Lindung dan KUPZ Kawasan Budidaya. Pengaturan petunjuk teknis terdiri dari, definisi klasifikasi pola ruang, daftar klasifikasi kegiatan. Ketentuan umum zonasi, ketentuan teknis pemanfaatan ruang, pedoman umum standar teknis, aplikasi pemanfaatan ruang dan bangunan dan mekanisme pemberian rekomendasi.

 

“Skema pengaturannya, untuk klasifikasi pemanfaatan ruang berkaitan dengan ketentuan umum peraturan zonasi, untuk klasifikasi kegiatan berkaitan dengan pedoman umum standar teknis. Ketentuan teknis pemanfaatan ruang, yakni setiap jenis kegiatan yang di izinkan, terbatas dan bersyarat pada masing-masing pola ruang yang mencakup intensitas tata masa bangunan, prasarana minimum dan pengaturan teknis lainnya,” ungkapnya.

Lanjutnya, untuk intensitas tata masa bangunan meliputi, Koefisien Zona Terbangun (KZT), Koefisien Wilayah Terbangun (KWT), Koefisien Dasar Bangunan (KDB), Koefisien Lantai Bangunan (KLB) serta Koefisien Dasar Hijau (KDH).

“Diatur juga dalam ketentuan ini, ketentuan teknis zonasi kawasan lindung non hutan, dalam ketentuan ini dijelaskan. Aturan tambahan yang harus dipenuhi apabila pola ruang yang akan dimanfaatkan masuk dalam zonasi Kawasan lindung non hutan,” jelas pria yang akrab disapa Karim.

Sementara itu, Kabid Penataan Ruang Dinas PUPR Kabupaten Bogor, Edi Mulyadi  mengungkapkan, implementasi petunjuk teknis ketentuan umum peraturan zonasi pemanfaatan ruang di Kabupaten Bogor berdasarkan Perbup no. 92 tahun 2018. Kedudukan terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yakni guna memberikan pedoman pengendalian pemanfaatan ruang sesuai Peraturan Daerah Kabupaten Bogor nomor 11 Tahun 2016 Tentang RTRW Kabupaten Bogor Tahun 2016 – 2036. Serta menjadi pedoman untuk pelaksanaan ketentuan umum peraturan zonasi, perlu mengatur petunjuk teknis ketentuan umum peraturan zonasi pemanfaatan ruang.

“Nantinya dapat jadi acuan dalam penyusunan peraturan zonasi Kabupaten Bogor, jadi dasar pertimbangan pemberian rekomendasi maupun pemberian izin pemanfaatan ruang. Serta jadi acuan pertimbangan pemberian insentif dan disinsentif oleh Pemkab Bogor dalam mewujudkan RTRW Kabupaten Bogor,” tegas Edi.

Menurut Edi, kelebihan lain dari Perbup Nomor 92 Tahun 2018, yakni secara detail tidak menganjurkan penambahan Koefisien Dasar Bangunan (KDB) di kawasan Puncak. Adanya perhitungan KDB rata-rata untuk bidang yang terletak di beberapa peruntukan ruang, terdapat pengaturan garis sempadan.

“Mengatur kebutuhan ruang parkir untuk beberapa kegiatan, namun parkir untuk kegiatan industri, kegiatan khusus, dan kegiatan lainnya yang tidak tercantum harus di hitung dengan kajian tersendiri. Kami berharap dengan adanya Perbup ini, pemanfaatan lahan maupun penataan ruang di Kabupaten Bogor bisa lebih baik,” tukasnya.

Penulis : Dewi Julianur

Editor : Awan Dj

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here