BogorNewsCenter – Pakar transportasi Djoko Setijowarno menyebut titik nol calon lokasi sekaligus kawasan inti ibu kota baru di Kalimantan Timur berada di Bukit Sudharmono. Kawasan itu berada di tengah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara.

Djoko menyebut, tantangan akan hadir seiring pembangunan sistem transportasi di Bukit Sudharmono. Pasalnya wilayah itu daerah perbukitan yang merupakan areal hutan tanaman industri (HTI).

Pengajar Universitas Katolik Soegijapranata (Unika) Semarang itu menyarankan agar memakai jalur perairan Teluk Balikpapan untuk mempersiapkan pembangunan infrastruktur.

“Pilihan bijak, memanfaatkan akses perairan Teluk Balikpapan untuk logistik, mobilitas, dan wisata,” ujar Djoko lewat keterangan tertulis, Senin 11 November 2019, dikutip dari Antara.

Djoko mengatakan bila memakai jalur perairan kombinasi dengan jalan raya memerlukan sekitar satu jam sudah bisa tiba di calon ibu kota baru, sedangkan jika melalui jalan provinsi sekitar 2,5 hingga 3 jam, melewati KM 38 Semboja.

Nantinya, kata dia, akses ibu kota baru dengan Balikpapan juga harus terhubung jaringan jalan tol dan jalan rel kurang lebih sepanjang 60 kilometer, selain sudah adanya jalan raya.

“Waktu perjalanan, diupayakan maksimum 30 menit dari bandara dengan express line atau express ways, dan express train,” tutur Djoko.

Menurut Djoko, menata transportasi tidak bisa hanya pada kota inti, tetapi wilayah pendukungnya juga turut ditata. Aksesbilitas dari wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kutai Barat, Kutai Kartanegara, Kota Samarinda, dan Kota Balikpapan harus terhubung.

“Transportasi di Balikpapan harus lebih dulu dan segera ditata karena kesibukannya pasti akan bertambah, sedangkan transportasi daerah lainnya turut ditata agar tidak tertinggal dengan kemajuan transportasi ibu kota baru nantinya,” kata dia.

Selain itu, ujar Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), aksesbilitas transportasi ke Kabupaten Mahakam Ulu jangan pula diabaikan.

Rencananya, kata Djoko, Jalan Tol Balikpapan-Samarinda akan dilanjutkan hingga Bontang dan Sangatta (Kutai Timur).

“Wisata di Teluk Balikpapan juga dapat ditingkatkan memanfaatkan pulau-pulau kecil dan sejumlah dermaga untuk menarik pelancong ke ibu kota baru melalui jalur perairan,” tutur Djoko. (*)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here